"IPO Bank Jatim Jangan seperti Garuda Indonesia"

SURABAYA – Rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) dikhawatirkan tidak maksimal. Pasalnya, bank ini terjadi akibat stagnasi semangat IPO yang digulirkan sejak satu tahun lalu.

“IPO ini adalah gagasan lama, sekira satu tahun lalu sudah disampaikan ke legislatif oleh manajeman bank. Bahkan saat itu Bank Jatim meminta penambahan modal. Namun setelah itu sudah tidak ada kabarnya. Tahu-tahu akan IPO pada Juni mendatang,” kata anggota Komisi C (Bidang Keuangan) DPRD Jawa Timur Basuki Babussalam di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat (16/3/2012).

Bahkan wakil rakyat menyetujui permintaan Bank Jatim untuk penambahan modal dengan IPO. Namun, setelah itu ada penuruan intensitas sehingga dikhawatirkan IPO Bank Jatim ini tidak maksimal seperti IPO PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Dia juga mengatakan, tidak mudah sebuah bank daerah untuk menuju IPO. Sebab, persyaratan IPO ditentukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam).

Tapi pada prinsipnya, perbankan bisa IPO itu adalah perbankan yang sehat, modalnya cukup, kemudian bank bisa memberikan jaminan kepada publik apa yang dijalankan sesuai dengan mekanisme pasar.

Sementara sistem di Bank Jatim sendiri, katanya sudah bagus. Namun demikian sebagai Bank milik pemerintah daerah tentunya dana yang digunakan itu adalah sebagian besar milik pemerintah daerah, baik provinsi kabupaten dan kota di Jawa Timur. “Jika dikaitkan dengan kepublikan (IPO) nanti apakan ini siap untuk menyongsong keterbukaan yang luar biasa. Ini yang perlu didiskusikan,” katanya.

Ketika ditanya apakah Bank Jatim siap untuk IPO. Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai, persoalan ini bukan siap atau tidak. Dia melihat ada stagnasi semangat IPO dalam beberapa dekade ini yang tidak begitu bergairah.

“Sehingga kalau kemudian tidak ada sosialisasi, tidak kesiapan, pengkondisin internal maupun eksternal saya khawatir nanti akan terjadi seperti tragedi IPO-nya Garuda Indonesia itu. Sehingga terjadi penurunan luar biasa yang itu merugikan keuangan daerah,” jelasnya.

Tapi pada prinsipnya, kata Basuki, pihaknya sangat setuju dengan IPO tersebut asalkan mekanisme dan tahapan telah dilalui oleh manajeman Bank Jatim dan pemerintah provinsi. (wdi)

Sumber: OkeZone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *